Jumat, 17 Oktober 2014

Be yourself?

Be your self? what's that mean?

Waktu SMA, tepatnya kelas 1, aku memiliki seorang teman (yaiyalah, masa hidup ga punya temen -_-),.
maksudku yg mau aku ceritain disini berkaitan dengan temanku itu..
.,
bagiku dia bukan teman biasa.,
dia pria yang sangat hebat di mataku..
dan itu semua terbukti dengan terpilihnya dia menjadi "Putra Putri Bhawikarsu".,
aku sangat ingat bagai mana dia mendapat gelar tersebut..
Dimulai dengan seleksi pencalonan, seleksi penyisihan awal, seleksi bakat, seleksi kemampuan intelektual dan kepribadian, dan ditutup dengan seleksi intellegence yang diselenggarakan dengan test tanya jawab.,
Kejadian itu benar-benar terukir dengan sangat jelas di kepalaku.,
saat dia mendapat pertanyaan "Menurut anda, mana yang lebih penting untuk menjadi siswa yang berprestasi? kemampuan Akademis, atau kemampuan non-Akademis"
dan saat dia menjawab dengan suara yang lembut, tegas, dan meyakinkan.,
"Menurut saya, Hal terpenting untuk menjadi siswa berprestasi adalah,. dengan menyeimbangkan kedua hal tersebut.. 2 faktor tersebut layaknya Otak dengan Tubuh. mereka memiliki kemampuan masing-masing, dan kedua hal hebat ini tidak dapat bekerja sendiri. kedua hal hebat ini harus bekerja berdampingan dan saling mengisi untuk dapat menunjukan kemampuan terbaiknya".,
.,.,
Tubuhku terdiam. dalam ricuh suara sorakan dan tepuk tangan anak-anak, aku bahkan tidak mendengar apapun.,
pikiranku hanya terpusat ke temanku tersebut,..
Jawaban yang sangat bagus.,
benar-benar tidak terpikirkan olehku saat itu.,
kalimat itu benar-benar merasuk dalam-dalam ke dalam otakku.,
dan tak lama setelah itu, pengumuman pun dibacakan.,
dan sesuai dugaanku, temanku tersebut terpilih menjadi juara.,
.,
jujur, saat itu aku sangat nge-fans dengan dia.,
dan aku benar-benar berfikir ingin menjadi seperti dia.,
..,
.,
Satu tahun pun berlalu.,
Dan Seleksi pemilihan Putra Putri Bhawikarsu tahun berikutnya pun tiba.,
dan aku dicalonkan oleh teman-temanku untuk maju (setiap kelas mengajukan perwakilan 2 pasang)...
siapa sangka ternyata aku lolos tahap pertama., kaget, bingung, sekaligus senang menjadi 1.,
dari awalnya coba-coba, aku mulai serius untuk memenangkan gelar itu dan menjadi seperti temanku tersebut.,
dan tahap penyisihan awal pun sukses dengan mulus.,
lalu masuk tahap seleksi bakat.,
jujur, dari semua tahap seleksi, tahap ini yang aku paling percaya diri.,
sangat menguntungkan bagiku aku sudah bermain gitar klasik sejak SD, dan kamampuan bermain gitar klasikku saat itu bisa dibilang sudah layak lah untuk "dijual".,
dan sesuai dugaan, tahap ini pun aku lolos dengan mulus juga.,
lalu masuk tahap seleksi intelektual dan kepribadian.,
ini juga sangat berkesan, aku sangat suka dengan seleksi-seleksi ini.,
disini aku diberi selembar kertas A3.,
lalu mereka menyuruh kami untuk bagaimana caranya mempergunakan kertas ini menjadi hal-hal menarik untuk mendukung presentasi tentang lingkungan yang akan dipresentasikan 1 hari setelahnya.,
dan yang lebih menyenangkan lagi dari seleksi ini adalah.,
kita "intensif" selama 3 malam 2 hari., yang artinya adalah, kami menginap bersama., dan tempatnya pun sangat keren (di sebuah penginapan yang dikelilingi oleh taman dan dilengkapi dengan pendopo di atas kolam. sangat eksklusif).,
tapi namanya juga seleksi, jadi kami disana tidak hanya menikmati kemewahan saja, kami juga harus mengikuti serangkaian kegiatan intensif yang telah disiapkan untuk kami.,
dan setelah berbagai kegiatan kami lalui, akhirnya tibalah saatnya presentasi.,
gilak., benda-benda kreasi buatan lawanku sangat keren-keren semua.,
ada yang membuat lukisan indah.,
ada yang membuat boneka kertas.,
ada yang membuat gambar 3 dimensi.,
dan lain-lain.,
dan tebak apa yang aku buat....
..
Tidak ada.,
kertas kosong itu hanya kubiarkan kosong begitu saja.,
aku berfikir., daripada kertas itu aku gunakan untuk mendukung presentasiku, lebih baik aku gunakan sebagai bahan presentasiku.,
jujur, satu lagi kelebihanku menurutku (aku menganggap ini sebagai kelebihan), aku pandai berbicara, termasuk pandai ngeles., dan itu pula yang membuatku bisa menjadi ketua paduan suara di SMAku.
lagipula menurutku, presentasi adalah bagaimana cara kita menyampaikan sesuatu yang kita punya, bukan memperlihatkan begitu saja apa yang telah kita buat.,
jadi aku membuat sebuah analogi menggunakan kertas itu.,
bla bla bla, aku berbicara menjelaskan analogiku dengan santai dan lancar.,
memang sangat kontroversial presentasiku ini.,
sebagian orang beranggapan presentasiku tidak niat.,
sebagian orang beranggapan presentasiku sangat kreatif, dengan tindakan seminimal mungkin bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa (efisien).,
dan dari aku sendiri.,
memang sih tidak ada yang salah dari 2 anggapan tersebut.,
di satu sisi aku memang ingin menunjukan pada mereka cara melakukan tindakan seefisien mungkin dan sekreatif mungkin,.
dan di sisi lainnya, aku juga memang sebenarnya terlalu malas untuk membuat sesuatu.. hehe..
dan aku menyimpulkan suatu hal.,
Kreatif dan Malas itu bedanya sangat tipis...
dan pada tahap seleksi ini memang tidak ada lagi yang gugur, penilaiannya akan dijadikan nilai presentasi akhir yang akan jadi nilai komulatif.,
dan akhirnya kita masuk pada seleksi tahap akhir.,
seleksi intellegence..
pada tahap ini, diselenggarakan di Mall.,
tepatnya di MX Mall (Mal besar di kota malang).,
kami menampilkan kebolehan kami.,
Dari Maner untuk berjalan dimuka umum, tampil bakat, sampai test wawancara,.,
dan semua itu disaksikan oleh seluruh pengunjung Mall.,
(jujur, aku kagum juga sama SMAku, bisa melakukan hal-hal fantastis seperti ini, bahkan tahun ini, pentas seni sekolahku mengundang "Agnes Monica" sebagai GuessStar nya).,
dan pada tahap ini.,
adalah puncak dari seluruh rangkaian kegiatan acara, sekaligus hari dimana aku harus menahan tangis yang teramat sangat...
bagaimana tidak.,
saat ujuk kebolehan bakat, aku sangat gerogi.,
aku menunjukan bakat dengan menyanyi, bukan bermain gitar.,
dan karena gerogi, nada yang ku nyanyikan salah semua.,
dan itu disaksikan oleh sangat banyak orang.,
aku sangat malu.,
aku sangat berharap ini semua hanya mimpi., aku berdoa ini semua hanya mimpi.,
tapi tuhan berkata lain.,
tidak hanya sampai situ.,
saat memasuki tahap tanya jawab.,
sangat amat kebetulan aku menerima pertanyaan yang sama dengan temanku yang kukagumi itu...
...
tp saat itu aku sangat naif.,
sangat bodoh.,
aku mencoba untuk menirukan temanku dengan mencoba menjawab jawaban yang sama dengan jawabannya satu tahun yang lalu.,
"Menurut anda, mana yang lebih penting untuk menjadi siswa yang berprestasi? kemampuan Akademis, atau kemampuan non-Akademis"
dengan suara yang patah-patah yang sok dihalus-haluskan, bergetar karena gerogi yang sok ditegas-tegaskan, dan sangat tidak meyakinkan yang sok dimeyakinkankan.,
aku menjawab "Menurut saya, Hal terpenting untuk menjadi siswa berprestasi adalah,. dengan menyeimbangkan kedua hal tersebut..karena... karenaa..".,
gerogi membuat konsentrasiku berantakan.,
aku bingung., aku lupa., aku takut,,
"karena... karena keduanya sangat penting".,
"karena., ya itu, keduanya sangat penting menurut saya".,
..,
What the fuck was I talking about!!!., mengingatnya saja membuatku sangat malu.,
bahkan aku tidak menyebutkan alasan mengapa aku menjawab demikian.,
aku melihat sekitar.,
Semua orang terlihat bingung dengan jawabanku, termasuk juri, termasuk MC., dan termasuk aku sendiri.,
suasana terdiam sejenak.,
beberapa detik setelahnya MC baru tersadar, bahwa hanya itu jawabanku.,
lalu dia mulai memimpin jalannya acara dan mempersilahkanku turun untuk perserta berikutnya.,
aku sangat tahu dari kalimat saat dia mempersilahkanku turun, ditelingaku terdengar dengan sangat jelas bahwa dia sedang menghiburku.,
dan sesuai dugaan, aku kalah telak.,
.,
aku cuma ingin jadi seperti temanku yang hebat.,
dan malah berakhir dengan sangat tragis...
aku bahkan malu untuk pergi ke sekolah lagi.,
aku sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun hari itu...
aku sangat kecewa.,
malu.,
sedih.,
bahkan sempat terlintas di kepalaku, aku ingin loncat dari atap Mall tersebut..
.,
.
tapi untung aku masih dapat berfikir rasional.,
Aku tahu loncat dari atap Mall bukan solusi terbaik, keluargaku pasti bakal sedih, terutama orang tuaku.,
lagi pula ini bukan akhir dari hidupku.,
meskipun ini akhir dari harga-diriku...
Aku juga tahu bolos sekolah karena menghindari malu bukan juga solusi terbaik, mau bolos sampe kapan? gak gentle pula.,
dan akhirnya aku tidak jadi Loncat dari Atap Mall maupun bolos sekolah.,
1 minggu penuh.,
1 minggu penuh aku memkirkan hal ini.,
apa yang salah denganku.,
kenapa aku bisa se"Fail" ini.,
dan setelah berfikir cukup lama, sampai rambutku menjadi keriting seperti sekarang ini.,
aku mendapatkan jawabnya.,
.,
Aku gagal, karena aku tidak menjadi "Aku" sendiri.,
Aku mencoba menjadi orang lain dengan segala perbedaan yang kami miliki.,
Aku tidak memiliki pembawaan yang lembut, tegas, dan meyakinkan seperti dia.,
Aku tidak serajin dan seulet dia.,
.,
tapi Aku memiliki gaya berbicara yang rileks, friendly, dan kemampuan berbicara (ngeles) yang bagus.,
Aku juga lebih kreatif daripada dia.,
.,
Selama ini aku mencoba menirukan hal-hal yang tidak aku miliki, dan melupakan hal-hal yang aku miliki...
Dan finally.,
aku sadar,.
inilah alasan kenapa saat presentasi di penginapan aku bisa sangat bagus tapi saat presentasi di Mall aku bisa sangat jelek.,
aku sadar.,
bahwa untuk jadi orang hebat kita tidak perlu meniru orang hebat lainnya, kita hanya perlu menjadi orang hebat dengan cara kita sendiri, dengan kemampuan yang kita miliki.,
dan aku sadar.,
Rambutku tidak menjadi keriting setelah aku berfikir cukup lama, tapi rambutku memang sudah keriting sejak lahir (gak penting banget sumpah)., hehehe,.,
Jangan terlalu serius dong bacanya,.
.,
.
termasuk barusan ini.,
aku juga sadar kok aku bukan tipe orang yg bisa dipuji, atau diberi simpati., apalagi dikasihani.,
dan menurut pengalamanku, biasanya habis aku cerita ini, orang bakal ngasih simpati atau pujian.,
jadi sebelum dikasih simpati atau dipuji, aku harus melakukan sesuatu agar mereka gak jadi ngasih simpati atau pujian, seperti membuat lelucon basi gitu.,hehe.,
jadi misalnya kalau aku terkesan sombong atau sejenisnya.,
percayalah, aku gak bener-bener sombong kok.,
aku cuma malu....
.,
Sekian, semoga bermanfaat buat kalian juga...

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*gak harus mengalami dulu kan untuk berubah jadi lebih baik?
*untuk hal ini kita bisa belajar dari pengalaman orang di sekitar kita, seperti dari pengalamanku barusan.,

0 komentar:

Posting Komentar